-->

12 Penyakit Akibat Kekurangan Protein

Protein ialah salah satu unsur penting yang diharapkan untuk pertumbuhan dan keseimbangan tubuh. Protein tersusun dari asam amino, belerang, fosfor, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Hampir semua proses yang terjadi dalam jaringan tubuh melibatkan protein. Pembentukan struktur otot, rambut, ataupun kuku sangat ditentukan oleh senyawa organik ini.

12 Penyakit Akibat Kekurangan Protein
Fungsi Protein bagi tubuh

Lebih dari itu, fungsi protein di dalam tubuh termasuk juga membantu dalam pembentukan sel darah merah, molekul antibodi, enzim, dan hormon. Beberapa fungsi protein yang lain ibarat di bawah ini:

  • Mengontrol metabolisme dalam tubuh.
  • Membawa oksigen ke sel darah merah.
  • Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Menjaga keseimbangan pH cairan dalam tubuh.
  • Memperbaiki jaringan yang rusak dan meregenerasi sel-sel dalam tubuh khususnya kulit.
  • Pembentuk otot tubuh pada masa pertumbuhan anak.

12 Penyakit Akibat Kekurangan Protein


Protein benar-benar memiliki tugas yang sangat esensial. Dapat kita bayangkan, bagaimana sistem dalam tubuh dapat berjalan tanpa asupan protein yang memadai? Ya, tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap risiko penyakit. Berikut ini ialah dilema kesehatan dan penyakit akhir kekurangan protein:

1. Anemia

Protein bergabung dengan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Jadi, asupan protein yang kurang memadai tentu berakibat kurang darah (anemia).

2. Gangguan Otak


Otak ialah sentra saraf yang menentukan kemampuan berfikir, dan mengendalikan gerakan tubuh. Kekurangan protein dapat mengurangi daya fikir, kecepatan motorik, bahkan dapat berakibat stres dan depresi.

3. Sulit tidur

Insomnia dapat dipicu oleh kekurangan hormon serotonin. Kekurangan asam amino tertentu akan menyebabkan produksi serotonin menurun. Padahal asam amino ini dibuat dikala proses penguraian protein. Jadi, asupan protein harian yang terlalu sedikit, akan menyebabkan gangguan tidur. Baca: Tips Efektif Melenyapkan Insomnia Dengan Mudah.

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Defisiensi protein menyebabkan produksi antibodi menurun, yang pada hasilnya sistem imunitas menjadi lemah.

5. Tubuh kehilangan kekuatan

Protein sangat diharapkan untuk membentuk otot. Defisiensi protein akan menyebabkan anda tidak sanggup mengangkat beban yang ringan.

6. Pembentukan jaringan akan menjadi sulit

Kekurangan protein akan menyulitkan tubuh untuk membangun jaringan otot. Ketika jaringan tubuh mengalami cidera atau luka, pemulihan akan sulit dilakukan oleh tubuh.

7. Edema

Edema ialah penyakit akhir perubahan hormonal yang menyebabkan penumpukan cairan pada beberapa episode tubuh ibarat kelopak mata, tangan, dan pergelangan kaki. Bagian tubuh menjadi nanah dan kaku akhir penumpukan cairan tersebut. Salah satu penyebab edema ialah kekurangan protein.

8. Mudah lelah

Protein membantu dalam pembentukan energi, dengan cara mengubah karbohidrat. Defisiensi protein menyebabkan energi untuk beraktivitas akan sulit didapatkan, sehingga tubuh mengalami kelelahan.

9. Gagal Hati

Kerusakan fungsi hati terjadi akhir regenerasi sel hati tidak dapat dilakukan. Faktor ynag sering menyebabkan dilema serius ini ialah kekurangan protein. Gangguan berbahaya ini harus menerima penanganan medis.


Dampak kekurangan protein terhadap kecantikan


10. Kulit kering

Akibat kekurangan protein lainnya ialah ruam dan kulit kering. Masalah lain yang timbul ialah kulit mengelupas dan retak.

11. Rambut rontok

Protein merupakan komponen utama pada folikel rambut. Kekurangan protein dapat membuat rambut rentan mengalami kerontokan. Demikian pula, kuku akan mudah patah. Baca juga: 7 Cara Merawat Rambut Bercabang Dan Rontok Secara Alami.

12. Berat tubuh turun

Dalam proses pembentukan jaringan otot melibatkan banyak sekali nutrisi termasuk protein. Tentu saja massa otot berkurang, jikalau asupan protein tidak memadai.


Penyakit Akibat Konsumsi Protein Berlebih


Protein memang sangat diharapkan oleh tubuh, tetapi mengkonsumsi protein terlalu berlebih ternyata berbahaya bagi kesehatan. Berikut beberapa penyakit akhir asupan protein yang berlebihan:

1. Gagal ginjal

Asupan protein yang berlebih akan membuat ginjal bekerja keras untuk membuang nitrogen yang terlalu banyak, yang pada hasilnya memicu gagal ginjal. Masalah lain yang muncul ialah asam urat, disebabkan kadar urea yang terlalu tinggi.

2. Risiko Osteoporosis

Asupan protein dengan berlebihan ternyata justru berakibat kalsium dalam tubuh mengalami penurunan. Sehingga tubuh akan mengambil kalsium dari tulang dan gigi untuk menjaga keseimbangan. Kondisi ini rentan terhadap kekeroposan pada tulang.

3. Penyakit pengasaman darah

Penyakit akhir kelebihan protein yang lain ialah pengasaman darah. Efek yang timbul ialah imunitas menurun sehingga tubuh mudah terserang penyakit dan sulit untuk sembuh.

Sumber protein

Makanan yang menjadi sumber protein ibarat daging, telur, susu, ikan, gandum, kedelai, jamur, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Sumber lainnya dapat diperoleh dengan mengkonsumsi olahan susu dan brokoli.

Demikian penyakit akhir kekurangan protein ataupun konsumsi secara berlebih. Pelajari artikel sebelumnya tentang 5 Penyakit Akibat Kekurangan Kalsium. Jadi, setiap nutrisi mempunyai takaran tertentu yang diharapkan oleh tubuh kita.

ilustrasi foto via webmd.com

Berlangganan artikel terbaru via email (GRATIS):

0 Response to "12 Penyakit Akibat Kekurangan Protein"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel